Posisi Jenazah pada saat disalatkan

Para ulama berbeda pendapat tentang letak berdirinya imam dekat jenazah.

  1. Beberapa ulama berpendapat, imam berdiri tepat di tengah jenazah, baik bagi jenazah lelaki maupun perempuan.
  2. Yang lain berpendapat, jika jenazahnya perempuan maka imam berdiri di tengah-tengah jenazah, dan jika jenazahnya lelaki maka imam berdiri di dekat kepalanya.
  3. Ada juga yang berpendapat, imam berdiri di dekat jenazah, baik bagi jenazah lelaki maupun perempuan. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Al Qasim dan Hanifah.
  4. Sedangkan menurut Malik dan Syafi’i tidak ada ketentuan. Kelompok lain berpendapat, imam boleh berdiri di mana saja.

Sebab perbedaan pendapat : Adanya perbedaan atsar seputar hal ini.

Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Samurah bin Jundub RA, dia berkata “Aku berada di belakang Rasulullah SAW saat menyalati jenazah Ummu Ka’ab yang meninggal dunia saat nifas, beliau SAW berdiri untuk shalat di tengah jenazahnya.”

Abu Daud meriwayatkan hadits dari Hammam bin Ghalib, dia berkata, “Aku shalat jenazah bersama Anas bin Malik RA menyalati seseorang (lelaki), dia berdiri di dekat kepalanya. Kemudian ada yang membawa jenazah wanita dan mereka berkata, ‘Wahai Abu Hamzah, shalatilah dia. ‘Anas pun berdiri di tengah-tengahnya. Kemudian Al ‘Alla’ bin Ziyad berkata, ‘Seperti itukah kamu melihat Rasulullah SAW menyalati jenazah, dengan takbir empat kali, berdiri di atas jenazah wanita seperti kamu berdiri, dan berdiri di atas jenazah lelaki seperti kamu berdiri?’ Dia menjawab, ‘Ya’.” Para ulama berbeda pendapat dalam memahami praktek ini.

Ada yang berpendapat bahwa posisi berdirinya Rasulullah SAW yang berbeda-beda tersebut menunjukkan sesuatu yang mubah dan tidak menunjukkan penentuan.

Ada juga yang berpendapat bahwa posisi berdirinya Rasulullah SAW yang berbeda-beda tersebut merupakan syari’at dan menunjukkan penentuan.

Beda pendapat ulama ini terbagi menjadi dua golongan:

  1. Ada yang berpegangan kepada hadits dari Samurah bin Jundub RA karena disepakati akan ke-shahih-annya dan menyatakan bahwa posisi imam dari jenazah lelaki dan wanita adalah sama, karena sesuai asal hukumnya yang sama, kecuali jika memang dalam asal hukumnya terdapat pembeda.
  2. Ada juga yang men-shahih-kan hadits Ibnu Ghalib dan menyatakan bahwa terdapat tambahan atas hadits Samurah bin Jundub RA sehingga harus dijadikan patokan. Padahal kedua hadits tersebut sama sekali tidak berseberangan.

Adapun pendapat Ibnu Al Qasim dan Abu Hanifah, kami tidak mengetahui landasan dalil sima’i-nya kecuali dari riwayat Ibnu Mas’ud RA dalam masalah tersebut.

Di kutip dari : Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd dan www. Rumahislam.com

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: