Ringkasan Cara Pengobatan Dengan Daun Dewa

Siapa tak kenal daun dewa ini, karena kegunaan-nya yang bisa menyembuhkan banyak macam penyakit maka ia memperoleh sebutan dewa. Kandungan dari daun dewa ini adl Flavonoid, saponin, minyak atsiri.

1. Luka terpukul
15-30grm daun dewa dicuci, direbus atau ditumbuk, diambil airnya. Campur dengan arak yang sudah dipanaskan, lalu diminum.

2. Mencegah sakit jantung
30 grm daun dewa segar dan 15 helai daun dewa yang kering dicuci, direbus dengan 0.5 liter air hingga tersisa setengahnya. Minum 2x sehari.

3. Rematik
15-30 grm daun dewa segar direbus, lalu dilumatkan, diperas dengan diberi sedikit air, dan diminum.

4. Kutil dan cantengan
5 helai daun dewa dicuci, dilumatkan dan diborehkan pada tempat berkutil/cantengan. Balut erat sampai esok harinya.

5. Luka Bakar
Luka bakar, Luka teriris, Umbi daun dewa setelah dicuci bersih lalu dipipis. Tambahkan sedikit gula merah sehingga menjadi adonan seperti salep. Ramuan tersebut dibalurkan pada bagian tubuh yang sakit, lalu dibalut.

6. Masuk angin dan bengkak akibat terpukul
Umbi daun dewa segar sebanyak 6 – 9 g diiris tipis-tipis. Tambahkan arak kuning (wong ciu) secukupnya, lalu ditim. Minum selagi hangat.

7. Tidak datang haid
Herba daun dewa sebanyak 15 – 30 g direbus atau ditumbuk, ambil air perasannya. Tambahkan arak yang sudah dipanaskan, lalu diminum.

8. Perdarahan pada perempuan, batuk dan muntah darah, payudara bengkak
Sebatang tumbuhan daun dewa dengan berat sekitar 15 g dicuci lalu direbus dengan 3 gelas air sampai tersisa separonya. Setelah dingin dibagi untuk 3 kali minum, yaitu pagi, siang dan sore masing-masing 1/2 gelas.

9. Bisul, koreng
Herba daun dewa dan herba sosor bebek, keduanya yang segar dengan ukuran sama banyak setelah dicuci bersih lalu dipipis. Ramuan ini ditempelkan pada bisul atau koreng lalu dibalut.

10.Ganglion
Makan daun dewa segar sebanyak 7 lembar setiap hari.

11.Tumor
Daun dewa 3-4 lembar dilalap.

12.Digigit ular berbisa
Umbi daun dewa secukupnya ditumbuk sampai halus. Bubuhkan di bagian tubuh yang tergigit binatang berbisa, lalu dibalut.

13.Kejang panas pada anak
Sebatang tumbuhan daun dewa dicuci lalu ditumbuk. Air perasannya ditambah sedikit arak, lalu dimiumkan.

Link Relevan : id.wordpress.com

Teknik Menghilangkan Bekas Jerawat

Back to nature, merupakan slogan yang sekarang lagi popular. Ada teknik untuk menghilangkan bekas jerawat secara alami yaitu dengan jagung muda. Selain itu jagung muda juga dapat menghilangkan bekas cacar, hebat bukan.

Berikut merupakan cara menghilangkan bekas jerawat :

  1. Kupas jagung muda dan hilangkan rambut-rambut-nya.
  2. Ambil daun pepaya secukupnya dan tumbuk hingga halus.
  3. Campurkan daun pepaya dan jagung muda yang telah dibersihkan tadi menjadi satu dan aduk rata.
  4. Oleskan pada bekas jerawat

Untuk mendapatkan hasil yang optimal makan lakukan pengolesan ini dilakukan setiap hari. Yang menjadi catatan adalah getah daun pepaya pastikan anda tidak alergi, karena getah pepaya ini bersifat korosif bagi mereka yang alergi.

Dikutip dari : www.shvoong.com

By : aan @copyright2010

Terapi Penyembuhan KELOID

KELOID terjadi karena proses peradangan pada kulit akibat luka, jerawat, atau berbagai sebab yang bisa menimbulkan peradangan. Benjolan ini (keloid) makin luas melebihi batas luka dan sering terasa gatal. Lokasi-lokasi munculnya keloid antara lain adalah di pipi, telinga, leher, dan cenderung di dada bagian atas dan bahu.

Terapi yang diberikan untuk keloid antara lain:

  • Injeksi kortikosteroid intralesi
    Berupa penyuntikan di lokasi keloid. Umumnya penyuntikan perlu dilakukan berulang-ulang sehingga sering kali pasien mengeluhkan ketidaknyamanan.
  • Operasi
    Pada operasi, sulit untuk melakukan pengangkatan keloid secara menyeluruh. Operasi kurang cocok untuk dilakukan karena dengan membuat sayatan baru maka akan menimbulkan keloid baru lagi.
  • Bedah beku (Cryosurgery)
    Menggunakan nitrogen cair. Umumnya teknik ini lebih dianjurkan karena kurang menyebabkan nyeri. Tetapi teknik ini hanya bisa diterapkan pada keloid dalam ukuran kecil.
  • Bedah skapel
    Merupakan operasi ringan pengambilan keloid dengan menggunakan pisau dan benang khusus. Prognosis pada keloid yang hanya diterapi dengan bedah skapel saja biasanya dapat kambuh kembali (>50%). Biasanya teknik ini akan dikombinasi dengan teknik lain.
  • Laser
    Merupakan metode yang banyak dilakukan karena tidak merusak jaringan di sekitar. Lamanya pengobatan tergantung pada ukuran keloid. Perawatan pasca terapi laser harus hati-hati, misalnya saja tidak boleh terkena air, mengganti perban harus bersih untuk mencegah terjadinya infeksi.
  • Pengolesan cream
    Untuk mengurangi kemerahan serta meringankan rasa nyeri dan gatal-gatal.
  • Kompresi
    Pemakaian plester yang mengandung hydroactive polyurethane efektif menyamarkan keloid. Terapi ini hanya dilakukan selama 12 jam sehari secara berturut-turut selama 8 minggu.

Link Relevan : tanyadokteranda.com

Tata cara Memandikan Jenazah

Sebelum memandikan jenazah ada baiknya kita memenuhi aturan sebelum memandikan jenazah yaitu:

  • Mengikat kepala mayit
  • Melatakkan kedua tangan di atas perut (seperti orang yan sedang melakukan salat)
  • Mengikat dan menyatukan persendian lutut
  • Menyatukan kedua ibu jari kaki
  • Menghadapkan mayit kearah kiblat

Tata cara memandikan Jenazah :

  1. Pada mulanya kita sediakan air sebanyak mungkin, jeruk purut, air kapur barus, dan sabun. Kemudian lakukan bacaan niat, ketentuan bacaan niat :
  • Jika mayat laki-laki dewasa,lafadz niatnya adalah :
    (Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit fardhal kifaayati lillahita’ala).
    Artinya : Sengaja aku memandikan mayat ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.
  • Jika mayat perempuan dewaasa,lafadz niatnya adalah:
    (Nawaitul ghusla lihaadzihil mayyitati fardhal kifaayati lillahita’ala)
    Artinya : Sengaja aku memandikan mayat perempuan dewasa ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.
  • Jika mayat kanak-kanak laki-laki, lafadz niatnya adalah :
    (Nawaitul ghusla lihaadzal mayyit tifli fardhal kifaayati lillahita’ala).
    Artinya : Sengaja aku memandikan mayat kanak-kanak laki-laki ini, fardhu kifayah karena Allah Ta’ala.
  • Jika mayat kanak-kanak perempuan,lafadz niatnya adalah :
    (Nawaitul ghusla lihaadzihil mayyitati tiflati fardhal kifaayati lillahita’ala).
    Artinya : Sengaja aku memandikan mayat kanak -
    Kanak perempuan ini, fardhu kifayah
    karena Allah Ta’ala.
  1. Kemudian ambil air yang bercampur jeruk purut dan sirami seluruh bagian persendian tubuh mayit, agar tidak kaku dan mudah membersihkan semua bagian tubuh mayit. Kemudian sabuni dan bersihkan semua anggota bagian tubuh. Untuk sunnah-nya dahulukan anggota bagian kanan baru kemudian kiri.
  2. Setelah itu dudukkan mayit dan tekan-tekan perut, agar kotoran dalam perut keluar. Setelah itu bersihkan dubur mayit dengan niat istinja’ bagi mayit. Dengan bacaan niat :

Nawaitul istinjaa-i minal mayyit fardhan a’layya lillahi ta’ala).
Artinya : Sengaja aku menyucikan daripada mayit ini fardhu atasku karena Allah Ta’ala

  1. Kemudian diambil wudlu bagi simayit, dengan bacaan niat :

Nawaitul wudhu-a lihaadzal mayyit lillahi Ta’ala).

Artinya : Sengaja aku mengambil wudhu’ bagi mayit ini karena Allah ta’ala

Dan siram dengan air kapur barus untuk menghilangkan segala bau yang mengganggu.

  1. Setelah itu siram mayit berkali-kali dengan air biasa (9 kali) atau lebih dikenal dengan sebutan mandi sembilan, untuk siraman terakhir sebaiknya dicampur dengan kapur barus
  2. Selesai

Dikutip dari : infosurga.blogspot.com

Tata Cara ber-Tanyamum

Cara melaksanakan tayamum adalah:

• Orang yang ingin bertayamum berniat berdasarkan hadits “Hanya saja amal-amal itu tergantung kepada naitnya”

• Membaca bismillah

• Menyapu mukanya

• Menyapukan tangan kirinya ke telapak tangan kanan serta menyapu kedua punggung telapak tangannya

Berdasarkan hadits Amar bin Yasir yang isinya:
“Kemudian Rasulullah memukulkan tangannya ke bumi satu kali kemudian menyapukan tangan kiri ke telapak tangan kanan dan kedua punggung kedua tangannya serta wajahnya”. [H.R Bukhari dan Muslim.]

Link Relevan : kelasiqra.tripod.com

Sunnah2 Dalam ber-Wudlu

Ya kan lumayan buat nambah2 pahala, bila kita mengerjakan sunnah2 wudlu. Berikut merupakan sunnah-sunnah wudlu :

  • Menggosok gigi sebelum berwudlu

Rasulullah SAW bersabda :Sekiranya aku tidak memberatkan umatku, niscaya aku perintah mere-ka bersiwak (menggosok gigi) setiap kali akan berwudhu.”  [Riwayat Ahmad dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (70)]

  • Mencuci kedua telapak tangan sebelum berwudlu

Rasulullah bersabda :  ”Apabila seorang di antara kamu bangun tidur, maka hendaknya tidak mencelupkan kedua tangannya di dalam bejana air sebelum mencucinya terlebih dahulu tiga kali, karena sesungguhnya ia tidak me-ngetahui di mana tangannya berada (ketika ia tidur).”  [Riwayat Muslim]

  • Menghirup air pada saat wudlu bagian membersihkan hidung
  • Membersihkan selah-selah jenggot pada saat membasuh muka
  • Membersihkan selah-selah jari tangan dan kaki pada saat mencuci-nya

Rasulullah bersabda:
“Celah-celahilah jari-jemari kamu”.  [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Abi Dawud 629)]

  • Mencuci anggota tubuh bagian kanan terlebih dahulu baru kemudian yang kiri
  • Tidak berlebihan dalam pemakaian air, cukup 3 kali

Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa mencuci lebih (dari tiga kali) maka ia telah berbuat kesalahan dan kezhaliman”.   [Riwayat Abu Daud dan dishahihkan oleh Al-Albani dalam Al Irwa' (117) ]

Link Relevan : kelasiqra.tripod.com

Shalat Ghaib

Shalat ghaib merupakan solusi jika jenazah tidak ada atau belum tiba di tempat orang yang mau mengerjakan shalat jenazah bagi si mayit tersebut. Shalat ghaib adalah shalat atas jenazah yang tidak bersama-sama dengan orang yang menshalatkan, meskipun jenazah itu sudah dikuburkan. Demikian juga sholat di atas kubur, sebagaimana hadits berikut :

Dari Jabir ra, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda : “Telah meninggal hari ini seorang laki-laki yang shaleh di negeri Habsyi. Maka berkumpullah dan shalatlah kamu untuk dia.” Lalu kami membuat shaf di belakang beliau, lalu sholat untuk mayat itu sedangkan kami bershaf-shaf. (HR. Al-Bukhori dan Muslim).

Dari Ibnu Abbas, sesungguhnya Nabi SAW telah shalat di atas sebuah kubur setelah sebulan lamanya (dari kematian orang itu. (Diriwayatkan oleh Ad-Daruquthni).

Link Relevan : ari2abdillah.wordpress.com

Posisi Jenazah pada saat disalatkan

Para ulama berbeda pendapat tentang letak berdirinya imam dekat jenazah.

  1. Beberapa ulama berpendapat, imam berdiri tepat di tengah jenazah, baik bagi jenazah lelaki maupun perempuan.
  2. Yang lain berpendapat, jika jenazahnya perempuan maka imam berdiri di tengah-tengah jenazah, dan jika jenazahnya lelaki maka imam berdiri di dekat kepalanya.
  3. Ada juga yang berpendapat, imam berdiri di dekat jenazah, baik bagi jenazah lelaki maupun perempuan. Inilah pendapat yang dikemukakan oleh Ibnu Al Qasim dan Hanifah.
  4. Sedangkan menurut Malik dan Syafi’i tidak ada ketentuan. Kelompok lain berpendapat, imam boleh berdiri di mana saja.

Sebab perbedaan pendapat : Adanya perbedaan atsar seputar hal ini.

Al Bukhari dan Muslim meriwayatkan hadits dari Samurah bin Jundub RA, dia berkata “Aku berada di belakang Rasulullah SAW saat menyalati jenazah Ummu Ka’ab yang meninggal dunia saat nifas, beliau SAW berdiri untuk shalat di tengah jenazahnya.”

Abu Daud meriwayatkan hadits dari Hammam bin Ghalib, dia berkata, “Aku shalat jenazah bersama Anas bin Malik RA menyalati seseorang (lelaki), dia berdiri di dekat kepalanya. Kemudian ada yang membawa jenazah wanita dan mereka berkata, ‘Wahai Abu Hamzah, shalatilah dia. ‘Anas pun berdiri di tengah-tengahnya. Kemudian Al ‘Alla’ bin Ziyad berkata, ‘Seperti itukah kamu melihat Rasulullah SAW menyalati jenazah, dengan takbir empat kali, berdiri di atas jenazah wanita seperti kamu berdiri, dan berdiri di atas jenazah lelaki seperti kamu berdiri?’ Dia menjawab, ‘Ya’.” Para ulama berbeda pendapat dalam memahami praktek ini.

Ada yang berpendapat bahwa posisi berdirinya Rasulullah SAW yang berbeda-beda tersebut menunjukkan sesuatu yang mubah dan tidak menunjukkan penentuan.

Ada juga yang berpendapat bahwa posisi berdirinya Rasulullah SAW yang berbeda-beda tersebut merupakan syari’at dan menunjukkan penentuan.

Beda pendapat ulama ini terbagi menjadi dua golongan:

  1. Ada yang berpegangan kepada hadits dari Samurah bin Jundub RA karena disepakati akan ke-shahih-annya dan menyatakan bahwa posisi imam dari jenazah lelaki dan wanita adalah sama, karena sesuai asal hukumnya yang sama, kecuali jika memang dalam asal hukumnya terdapat pembeda.
  2. Ada juga yang men-shahih-kan hadits Ibnu Ghalib dan menyatakan bahwa terdapat tambahan atas hadits Samurah bin Jundub RA sehingga harus dijadikan patokan. Padahal kedua hadits tersebut sama sekali tidak berseberangan.

Adapun pendapat Ibnu Al Qasim dan Abu Hanifah, kami tidak mengetahui landasan dalil sima’i-nya kecuali dari riwayat Ibnu Mas’ud RA dalam masalah tersebut.

Di kutip dari : Bidayatul Mujtahid, Ibnu Rusyd dan www. Rumahislam.com

Pengertian Shalat Jenazah

Shalat jenazah adalah shalat yang dikerjakan sebanyak 4 kali takbir, dan hokum dari shalat jenazah adalha fardu kifayah (kewajiban yang ditujukan kepada orang banyak, tetapi bila sebagian sudah melaksanakan maka gugurlah kewajiban bagi yang lain).

Rasulullah SAW bersabda : “Shalatkanlah mayat-mayatmu!” (HR. Ibnu Majah).

“Shalatkanlah olehmu orang-orang yamg sudah meninggal yang sebelumnya mengucapkan Laa ilaaha illallaah.” (HR. Ad-Daruruquthni).

Keutamaan orang yang menshalatkan jenazah dijelaskan dalam hadits berikut :

Dari Abu Hurairah ra, Rasulullah bersabda : ” Siapa yang mengiringi jenazah dan turut menshalatkannya maka ia memperoleh pahal sebesar satu qirath (pahala sebesar satu gunung), dan siapa yang mengiringinya sampai selesai penyelenggaraannya, ia akan mamperoleh dua qirath.” (HR. Jama’ah dan Muslim).

Syarat Shalat Jenazah
1. Menutup aurat, suci dari hadats besar dan kecil, bersih badan, pakaian dan tempat dari najis serta menghadap kiblat. Hal ini sama seperti sholat biasa.

2. Jenazah telah dimandikan dan dikafankan.

3. Letak jenazah di sebelah kiblat orang yang menshalatkan kecuali shalat ghoib.

Rukun Shalat Jenazah
1. Niat
2. Berdiri bagi yang mampu.
3. Takbir empat kali.
4. Membaca surat Al-Fatihah.
5. Membaca sholawat atas Nabi.
6. Mendoakan mayat.
7. Memberi salam.

Sunnat Shalat Jenazah
1. Mengangkat tangan pada tiap-tiap takbir (empat takbir)
2. Merendahkan suara bacaan (sirr)
3. Membaca ta’awuz
4. Disunnahkan banyak pengikutnya
5. Memperbanyak shaf

“Setiap orang mu’min yang meninggal, lalu dishalatkan oleh umat Islam yang banyaknya sampai tiga shaf akan diampuni dosanya. Oleh sebab itu Malik bin Hubairah selalu berusaha membentuk tiga shaf, jika jumlah orang yang shalat jenazah tidak banyak. (Diriwayatkan oleh Ahmad, Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Link Relevan : ari2abdillah.wordpress.com

Pengertian Cara Tayamum

Tayamum diperbolehkan dalam dua kondisi : saat tidak mendapati air dan saat tidak mampu untuk memakai air disebabkan sakit atau semisalnya. Bertayamum dilakukan untuk kedua macam hadats, hadats kecil seperti kencing, berak atau buang angin, dan hadats besar seperti bersetubuh atau keluar mani.

Sebagai pengganti air maka setiap apa menjadi pemukaan bumi, seperti tanah, pasir dan selainnya, sampai-sampai kalau seandainya bumi itu terdiri dari batu yang tidak ada dipermukaannya sedikit tanah dan tidak juga pasir, maka ia boleh bertayamum dengannya.

Hal ini Berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Jabir -semoga Allah meridhainya- sesungguhnya Rasulullah SAW bersabda: “Telah dijadikan bagiku bumi sebagai mesjid dan sebagai yang mensucikan, maka siapa saja dari umatku mendapatkan waktu sholat maka shalatlah, maka disisinya didapatkan mesjidnya dan alat untuk bersuci, dan terkadang waktu shalat masuk sedangkan ia di daerah pasir atau terkadang waktu shalat masuk sedangkan ia di daerah batu, maka dalam kondisi ini diperintahkan untuk bertayamum dengan (permukaan) bumi (daerah ini).”

Relevan Link : kelasiqra.tripod.com

Entri Lebih Baru » · « Entri lama
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.